Sabtu, 21 Agustus 2021

Selasa, 17 September 2019

Sistem Satuan


Satuan yg umum digunakan dlm pengukuran pemetaan ada 4 yaitu meliput :

1.    Satuan Panjang (meter, feet, inch)
2.    Satuan Luas (m2, hektar, acre)
3.    Satuan Volume (m3, liter)
4.    Satuan Sudut (drajat, radian, grade)

1.    Satuan Panjang
·       1 km = 1.000 m
·       1 m = 100 cm
·       1 cm = 0.01 m = 10¯² m
·       1 mm = 10¯ᶾ m
·       1 inchi (in) = 2.54 cm
·       1 feet (ft) = 30.48 cm
·       1 feet (ft) = 12 in
·       1 cm = 0.393 in
·       1 m = 39.37 in
·       1 yard = 0.914 m

2.    Satuan Luas   
·       1 Hektar (Ha) = 10.000 m²
·       1 km = 100 Hektar (Ha)
·       1 Hektar (Ha) = 0.01 Km² = 10.000 m²
·       1 Acre = 4.046,9 m² = 0.0469 Hektar (Ha)
·       1 Hektar (Ha) = 2,471 Acre

3.    Satuan Volume
·       1 Liter = 1.000 cm ᶾ  = 61.02 in ᶾ = 0.03532 ft ᶾ
·       1 m ᶾ = 1.000 Liter = 35.32 ft ᶾ
·       1 ft ᶾ = 0.02832 m ᶾ = 28.32 Liter

4.    Satuan Sudut
Ø Sistem Sexagesimal
·       1 Lingkaran = 360 °
·       1 ° = 60 ‘
·       1 ‘ = 60 ‘’
Ø Sistem Sentisimal
·       1 Lingkaran = 400 Grade (g)
·       1 Grade = 10 Centigrade (c)
·       1 Centigrade = 10 Centi centi grade (cc)
Ø Sistem Radian
·       1 Lingkaran = 2 π Radian
·       1 Radian = 180 °/ π = 57° 17’ 44.81’
·       1 Derajat = π / 180 ° = 0.017 Radian




Minggu, 15 September 2019

Pengukuran Poligon

Poligon adalah serangkaian titik-titik yg di hubungkan dgn garis lurus sehingga titik-titik tersebut membentuk sebuah rangkaian jaringan titik atau poligon.

Pada pekerjaan pembuatan peta, rangakain titik poligon di gunakan sebagai kerangka peta, yaitu rangkaian titik yg telah di tentukan letaknya di tanah yg di tandai dgn patok, dimana semua benda/objec buatan manusia seperti jembatan, jalan raya, gedung maupun benda alam seperti danau bukit dan sungai akan di orientasikan.

Kedudukan benda pada pekerjaan pemetaan dinyatakan dgn sistem koordinat kartesius tegak lurus ( X.Y ) di bidang datar (peta) dgn sumbu X menyatakan arah timur – barat dan sumbu Y menyatakan arah utara – selatan.
Koordinat titik-titik poligon harus cukup teliti, mengingat ketelitian letak dan benda-benda yg akan di petakan sangat tergantung pada ketelitian kerangka peta.

Sabtu, 16 Maret 2019

Rumus Dasar

RUMUS DASAR SURVEY 
 1. Menghitung Koordinat
·        N(y) = Nilai koorniat N (y) + (cos sudut) x jarak
·        E(x) = Nilai koordinat E (x) + (Sin sudut) x Jarak
 2. Menghitung Jarak antar Koordinat
·        D = √ (( E(x)₂ - E(x)₁ )² + ( N(y)₂ - N(y)₁ ) ²)
 3. Menghitung Sudut antar Koordinat
·        α = tan⁻1 (( E(x)₂ - E(x)₁ ) : ( N(y)₂ - N(y)₁ )) 
 4. Menghitung Slope Kemiringan dlm persen (%)
·        Slope % = ∆H (Beda tinggi) : D ( Jarak /m ) x 100
 5. Menghitung Kesalahan
·        C = Tan sudut (α) x Jarak alat ke target
6. Chek bacaan bak ukur
·        Benang atas (BA) = Benang tengah (BT) x 2 - Benang bawah (BB)
·        Benang tengah (BT) = Benang atas (BA) + Benang bawah (BB) : 2
·        Benang bawah (BB) = Benang tengah (BT) x 2 - Benang atas (BA)
7. Mencari luas segitiga sembarang
·        √S (s – a) (s – b) (s - c)
·        S = Setengah keliling      ->    S= a + b + c : 2
8. Mencari jarak instrumen ke bak ukur, dgn bacaan bak ukur
·        Jarak (D) = Benang atas (BA) – Benang bawah (BB) x 100
·        Jarak (D) = ( Benang atas (BA) – Benang tengah (BT))x 2 x 100
·        Jarak (D) = Benang tengah (BT) – Benang bawah (BB) x 2 x 100
9. Mencari sudut segitiga siku siku
        
      Ø  Menggunakan sinus
·        Arc sin ( a : c ) = Sudut α
·        Arc sin ( b : c ) = Sudut  β
Ø Menggunakan Cosinus
·        Arc cos ( a : c ) = Sudut β
·        Arc cos ( b : c ) = Sudut α
Ø Menggunakan Tanen
·        Arc tan ( a : b ) = Sudut α
·        Arc tan ( b : a ) = Sudut β
v Arc sin  = sin¯¹
v Arc cos = cos¯¹
v Arc tan = tan¯¹
# Contoh perhitungan
       
       Ø Menggunakan sinus
·        Arc sin ( 3 : 5 ) = 36° 52’ 11.63’’
·        Arc sin ( 4 : 5 ) = 53° 7’ 48.37”
Ø Menggunakan cosinus
·        Arc cos ( 3 : 5 ) = 53° 7’ 48.37”
·        Arc cos ( 4 : 5 ) = 36° 52’ 11.63’’
Ø Menggunakan Tanen
·        Arc tan ( 3 : 4 ) = 36° 52’ 11.63’’
·        Arc tan ( 4 : 3 ) = 53° 7’ 48.37”
10. Mencari Radius (R) manual
       
                ·        R = 10.000
·        TB = Jarak (D) : 2
                                           = 14.142 : 2
                                           = 7.071
·        A =  √ ( R ² - TB ² )
         =  √ ( 10.000 ² - 7.071 ² )
         = 7.071
·        0 ( Awal ) = R – A
                  = 10.000 – 7.071
                  = 2.929
·        D1 = √ ( R ² - D1 ² ) – A
      = √ ( 10.000 ² - 1.000 ² ) – 7.071
      = 2.879
·        D2 = √ ( R ² - D2 ² ) – A
      = √ ( 10.000 ² - 2.000 ² ) – 7.071
      = 2.727
·        D3 = √ ( R ² - D3 ² ) – A
      = √ ( 10.000 ² - 3.000 ² ) – 7.071
      = 2.468
·        D4 = √ ( R ² - D4 ² ) – A
      = √ ( 10.000 ² - 4.000 ² ) – 7.071
      = 2.094




























































Rabu, 21 November 2018

Cara Surveyor Mengukur Kolom Gedung Bertingkat


CARA MENGUKUR KOLOM GEDUNG

Kolom gedung adalah bagian tiang srukutur bangunan yang diletakan pada titik-titik tertentu sealigus berfungsi sebagai garis as gedung bagi uitzet. keberadaanya sangat penting dan perlu diperhatikan dari segi penggunaan bahan material, metode pelaksanaan sampai dengan pengukuran yang pas. Mengingat sangat fitalnya fungsi kolom ini maka angka toleransi maksimal kesalahan dalam mengukur adalah 1mm. Bagaimana sebenarnya syarat pengukuran kolom yang baik dan apa saja alat yang dibutuhkan untuk mengukur


Ø   SYARAT UKURAN KOLOM YANG BAIK

·        Tegak, tidak miring karena dapat menyebabkan gedung miring, retak atau bahkan runtuh
·        Berada pada titik rencana, tidak bergeser atau meleset
·        Ketinggian kolom sesuai elevasi rencana, pembuatan kolom beton bertulang yang lebih tinggi dari rencana berarti ada pekerjaan bobok beton, pembuatan kolom beton yang lebih rendah dari tinggi rencana berarti harus melakukan cor ulang untuk menyambung


Ø   MACAM-MACAM ISTILAH DALAM PENGUKURAN KOLOM GEDUNG

·        As kolom adalah titik pusat tempat kolom berdiri
·        Garis pinjaman, bisa berupa garis sejauh 1 m dari as kolom, sedangkan pinjaman elevasi bisa berupa garis setinggi 1m dari finishing lantai. Pinjaman berfungsi untuk mempermudah pengukuran.
·        Elevasi adalah ketinggian bagian bangunan


Ø  PERALATAN UNTUK MENGUKUR KOLOM

·        Water pass atau teodolit
·        Rambu ukur
·        Sipatan lengkap dengan benang dan tinta hitam
·        Sikat untuk membersihkan beton sebelum disipat
·        Meteran
·        Pensil
·        Unting-unting untuk mengukur ketegakan kolom
·        Dan alat lainya menyesuaikan kebutuhan


Ø  CARA SURVEYOR MENGUKUR KOLOM GEDUNG

·        Menyiapkan semua peralatan ke lokasi kolom yang akan diukur.
·        Membaca gambar shopdrawing untuk melihat letak posisi kolom, bentuk dan ukuranya.
·        Memasang teodolit tepat diatas garis pinjaman tegak lurus dengan lantai dibawahnya, menyetel alat sehingga benar-benar tegak, datar dan siku dar garis pinjaman bangunan.
·        Membidik teodolit pada area kolom yang akan diukur, Assistant surveyor memegang pensil untuk diarahkan posisi titik yang pas sesuai hasil bidikan teodolit sehingga ditemukan dua titik rencana garis pinjaman.
·        Menyipat dua titik pinjaman dengan alat sipatan sehingga membentuk garis pada lantai beton.
·        Mengukur posisi kolom berdasarkan garis pinjaman, jika pinjaman 1 m maka posisi as kolom adalah sejauh satu meter dari garis pinjaman.
·        Setelah penentuan titik kolom selesai maka bisa dilanjutkan dengan pemasangan besi tulangan dan bekisting. Lalu mengecek jarak bekisting dari garis pinjaman apakah sudah sesuai atau belum.
·        Pengukuran ketegakan bekisting dengan unting-unting pada dua sisi yang berbeda.
·        Setelah bekisting kolom berada pada posisi yang pas dan benar-benar tegak maka bisa dilakukan pekerjaan pengecorann, pengukuran tinggi kolom saat pengecoran bisa dilakukan dengan cara mengukur sisa cor dari puncak kolom.